Tampilkan postingan dengan label TIP PERAWATAN HEWAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TIP PERAWATAN HEWAN. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 Desember 2012

TOTALITAS : Kunci Sukses Beternak di Kabupaten Bintan. Kepri

( Salahsatu Peternakan Sapi Bali di kabupaten Bintan. Prov. Kepri. 2012)

Salahsatu peternakan yang sangat potensial di Provinsi kepulaun riau adalah peternakan sapi. Kabupaten Bintan sebagai salah satu kabupaten di provinsi kepulauan riau, sangat potensial sebagai tempat pengembangan ternak hewan ruminan seperti sapi ini. Hal ini dikarenakan Kabupaten Bintan memiliki banyak lahan yang jauh dari pemukiman padat penduduk dan aneka hijauan yang bisa dikonsumsi oleh hewan ruminan. Sepanjang jalan kabupaten bintan hampir seluruhnya ditumbuhi rumput blembem, rumput alang-alang, dan rumput gajah liar. Aneka rumput juga mudah untuk dibudidayakan di sini.

Ternak sapi merupakan salah satu potensi yang bisa dikembangkan di Bintan, baik untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat setempat maupun sebagai langkah untuk mewujudkan swasembada daging. Masyarakat Bintan sendiri sudah ada yang memiliki ternak sapi, sapi pribadi (sapi yang diadakan menggunakan uang pribadi) maupun sapi bantuan pemerintah. Program bantuan sapi yang diberikan oleh pemerintah Kabupaten Bintan (dalam hal ini diperankan oleh Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bintan) terdiri atas sapi penggemukan (bantuan sapi untuk digemukkan lantas dijual ketika sudah diyakini mendapatkan keuntungan) dan sapi pengembang biakan (bantuan sapi untuk dikembang biakkan).


Pak Franoto termasuk salah satu orang yang memanfaatkan potensi ini. Berawal dari pengalamannya mengurus ternak sapi, Pak Franoto memiliki minat dan pengetahuan yang cukup untuk beternak sapi. Pak Franoto bisa memiliki lima ekor sapi bali pertamanya pada tahun 2011 yang didapatkan dari bantuan Dinas Pertanian Peternakan dan Kehutanan Kabupaten Bintan. Tahun 2012 ini, sapi pak Franoto telah bertambah menjadi 13 ekor sapi bali. Sapi-sapi Pak Franoto jarang mengalami sakit karena Pak Franoto merawat sapinya dengan totalitas yaitu selalu menjaga kebersihan kandangnya, mencukupi kebutuhan pakannya dengan nutrisi yang cukup pula, waspada dengan kondisi kesehatan sapi-sapinya, dan memahami karakteristik setiap sapinya. 

Pak Franoto membersihkan kotoran sapi di kandangnya setiap hari sehingga tidak terdapat kotoran sapi yang menumpuk di sekitar kandangnya. Kandang juga selalu diberikan asap yang cukup sebagai disinfectan alami untuk mencegah datangnya serangga-serangga yang membahayakan kesehatan sapinya.

Pak Franoto juga memiliki lahan rumput pribadi seluas 1 hektar yang ditanami rumput gajah dan rumput king grass. Sediaan rumput ini telah mencukupi kebutuhan hijauan harian bagi sapi-sapinya sehingga pak Franoto tidak perlu mencari rumput di luar. Pak franoto memilih ampas kedelai sebagai pakan konsentratnya dengan pertimbangan ampas kedelai lebih higienis karena telah dimasak sebelumnya.

(Salah satu Pelayanan Kesehatan hewan di kab. Bintan. Kepri.)

Sapi-sapi pak franoto juga terlihat sehat karena setiap hari yaitu pagi sampai menjelang sore dilakukan exercise dengan menambatkan mereka pada pohon-pohon atau tiang-tiang yang tersedia di padang rumput karpet di dekat kandangnya. Hl ini dilakukan agar mereka mendapatkan sinar matahari cukup serta memperkuat otot-ototnya sehingga didapatkan daging yang padat.

Kandang sepertinya merupakan tempat tinggal dan tempat tidur utama Pak Franoto dibandingkan rumah atau kamar tidurnya yang sebenarnya sehingga belia sangat tanggap terhadap perubahan-perubahan pada kondisi sapinya. Sapi-sapi yang memiliki gejala sakit dapat dikenalinya dan beliau langsung memberitahu petugas kesehatan hewan tanpa menunggu sakit yang lebih parah, seperti ambruk misalnya. 
Untuk dihasilkan sapi dengan kualitas bagus, kandang juga harus rajin dibersihkan, jangan sampai kotoran menumpuk. Berbagai jenis penyakit sapi yang sering ditemukan di Bintan biasanya cacingan, timpani, hipokalcemia dan parasit darah. 

Saat ini, pak Franoto telah mempersiapkan kandang-kandang untuk calon pedet-pedetnya karena terdapat 8 ekor sapi betina yang bunting. Sebagai bukti totalitas Pak Franoto dalam beternak sapi yaitu, beliau memahami bahwa garam mineral merupakan hal penting yang dibutuhkan sapi betina yang sedang bunting sehingga beliau selalu mengupayakan garam mineral untuk mereka. Berdasarkan saran dari petugas harian lepas dari Departemen Pertanian yang ditempatkan di Puskeswan Kabupaten Bintan Dody Indra, A.md, garam-garam tersebut diberikan melalui media tabung bambu dengan alasan agar lebih irit. Pak franoto hafal dengan usia kebuntingan sapi-sapinya secara mendetil dalam hitungan hari. Sifat antara sapi satu dengan sapi lainnya pun beliau hafal sehingga lebih mudah dalam memperlakukannya, seperti hal yang disukai, kebiasaan di kandang, dan hal yang tidak disukai dari sapinya.

Segala hal jika dilakukan dengan niat sepenuh hati,perencanaan yang matang dan pengetahuan yang memadai, maka akan mendapatkan hasil yang memuaskan. Semoga saja hal ini dapat menginspirasi masyarakat Bintan bahwa beternak sapi adalah hal yang menjanjikan untuk masa depan.

Selasa, 11 Mei 2010

TEKNOLOGI PENGOLAHAN SUSU DAN PEMBUATAN YOGHURT,KEJU dan MENTEGA

PENDAHULUAN

Susu segar merupakan bahan makanan yang bergizi tinggi karena mengandung zat-zat makanan yang lengkap dan seimbang seperti protein, lemak, karbohidrat, mineral, dan vitamin yang sangat dibutuhkan oleh manusia. Nilai gizinya yang tinggi juga menyebabkan susu merupakan medium yang sangat disukai oleh mikrooganisme untuk pertumbuhan dan perkembangannya sehingga dalam waktu yang sangat singkat susu menjadi tidak layak dikonsumsi bila tidak ditangani secara benar..

Proses pengolahan susu bertujuan untuk memperoleh susu yang beraneka ragam, berkualitas tinggi, berkadar gizi tinggi, tahan simpan, mempermudah pemasaran dan transportasi, sekaligus meningkatkan nilai tukar dan daya guna bahan mentahnya. Proses pengolahan susu selalu berkembang sejalan dengan berkembangnya ilmu dibidang tekologi pangan. Dengan demikian semakin lama akan semakin banyak jenis produk susu yang dikenal. Hal ini sangat menggembirakan dan merupakan langkah yang sangat tepat untuk mengimbangi laju permintaan pasar.

ISI

  1. TEKNOLOGI PENGOLAHAN SUSU

Dari perkembangan teknologi pengolahan susu maka di dapatkan berbagai produk pangan asal dari susu sapi , antara lain yaitu:

  • Yoghurt adalah produk yang diperoleh dari susu yang telah dipasteurisasi kemudian difermentasi dengan bakteri tertentu sampai diperoleh keasaman, bau dan rasa yang khas, dengan atau tanpa penambahan bahan lain yang diizinkan.
  • Karamel adalah kembang gula yang mempunyai tekstur lunak dan merupakan produk susu.
  • susu penuh kental manis (Sweetened Condensed Whole Milk), ialah susu yang sesudah dicampur dengan gula (sakarosa), kemudian dilakukan pemanasan atau pemekatan di dalam kaleng-kaleng tertutup selama beberapa waktu pada suhu sekurang-kurangnya 100OC.
  • Butter atau mentega dari susu adalah suatu masa dari susu hasil penumbukan (churring) krim atau susu segar (whole milk).
  • Keju adalah suatu substansi yang dibentuk oleh koagulasi atau penggumpalan susu hewan menyusui oleh rennet atau oleh semacam enzim proteolitik.
  • Kefir juga merupakan susu asam seperti yoghurt, namun rasanya lebih segar karena selain asam juga sedikit terasa alkohol dan soda.
  • Es krim merupakan suatu produk makanan beku yang dibuat dari campuaran produk susu, bahan kering tanpa lemak ditambah gula, bahan penyedap, bahan penstabil, kuning telur, dengan atau tanpa buah-buahan dan kacang-kacangan dengan kadar lemak minimal 8%.

Penyebaran produksi susu akan lebih mempercepat perbaikan gizi masyarakat. Dengan penyebaran ilmu pengolahan teknologi pengolahan susu hingga pelosok desa akan menopang penggunaan pengolahan susu pasteurisasi. Teknologi pengolahan susu yang telah dikenal rakyat seperti pengolahan dadih dan danke di Sumatera Barat dan Sulawesi Selatan dapat mempercepat dan merupakan cikal bakal diversifikasi penggunaan susu.

Diversifikasi air susu sapi ini bisa dikelola secara home industry maupun secara besar-besaran, dan sudah barang tentu untuk yang kedua ini diperlukan peralatan yang serba praktis dan modern, agar diperoleh hasil yang maksimal.

  1. PEMBUATAN MENTEGA DARI SUSU

Mentega adalah produk olahan susu yang bersifat plastis, diperoleh melalui proses pengocokan (Churning) sejumlah krim. Mentega yang baik harus mengandung lemak minimal 80%. Kadar air maksimal 16%, kadar protein maksimal 1% dan MSNF (Milk Solids-Non-Fat) tidak lebih dari 2 %. Warna kuning pada mentega disebabkan oleh zat warna β karoten dalam krim. Nilai gizi mentega banyak tergantung pada kandungan lemak dan vitamin-vitamin yang larut dalam lemak. Mentega merupakan sumber vitamin A yang sangat baik dan merupakan makanan yang berenergi tinggi (7-9 kalori/g), tidak mengandung laktosa dan mineral serta berprotein rendah

PROSES PEMBUATAN MENTEGA DARI SUSU

Bahan dan alat :

Susu murni

Separator, adukan, Termometer.

Cara Pembuatan mentega :

1. Kepala susu yang telah dipisahkan lalu dipasteurisasi pada suhu 70 C selama 30 menit atau pada 80øC selama 1 menit. Kemudian didinginkan hingga mencapai suhukamar.

2. Tambahkan starter sebanyak 3% dan diaduk hingga rata. Biarkan pada suhu kamar hingga kepala susu menjadi asam biasanya memerlukan waktu sekitar 6 jam, dan disimpan dalam lemari es, didinginkan hingga suhu mencapai ñ 4øC.

3. Setelah dingin dan kental lalu ditumbuk (churned) untuk memisahkan bahan mentega dari susu tumbuknya (buttermilk). Bahan mentega dicuci dengan air dingin (air es) beberapa kali untuk membersihkan sisa-sisa susu tumbuk.

4. Kemudian bahan mentega yang masih tinggi kadar airnya itu diuli untuk mengeluarkan air yang berlebih, dan mengkompakkan butir-butir mentega menjadi suatu massa yang lebih padat (kompak). Kadar air yang diperlukan dalam mentega sekitar 16-17%. Pengulian dilakukan beberapa kali hingga kadar air yang dipersyaratkan tercapai.

5. Setelah kadar air memenuhi, lalu ditambah garam (garam halus), 0,5-2% diaduk hingga rata. Setelah selesai penggaraman mentega dibungkus. Warna mentega alami didapat, karena makanan hijauan yang banyak mengandung carotene yang berwarna kuning dan larut dalam lemak.

  1. PEMBUATAN KEJU DARI SUSU

Prinsip pembuatan keju adalah fermentasi asam laktat yang terdapat dalam susu.Proses pembuatan keju diawali dengan memanaskan/pasteurisasi susu, kecuali pada jenis2 keju tertentu seperti Emmentaler dari Swiss yang menggunakan susu mentah. Kemudian zat pembantu penggumpalan (rennet, sejenis enzim penggumpal yang biasa terdapat dalam lambung sapi dan/atau bakteri yang dapat mengasamkan susu) ditambahkan.

Setelah setengah sampai 5 jam, susu akan menggumpal sehingga terpisah menjadi sebuah gumpalan besar (curd) dan bagian yang cair (whey). Gumpalan ini dipotong-potong menjadi bagian-bagian yang sama besar, agar bagian yang cair (whey) semakin banyak yang keluar. Semakin kecil potongan, semakin sedikit cairan yang dikandung oleh keju nantinya, sehingga keju semakin keras.Potongan-potongan ini kemudian diaduk, dipanaskan, dan kadang dipress untuk menghilangkan lebih banyak lagi cairan.

Setelah itu, bakal keju yang masih lunak itu dibubuhi jamur dan dibentuk. Lalu diolesi atau direndam dalam air garam untuk membunuh bakteri merugikan yang mungkin terdapat di dalamnya. Ada juga jenis keju yang direndam sebelum diberi jamur.Terakhir, bakal keju dimatangkan dalam kondisi tertentu. Semakin lama dimatangkan, keju akan semakin keras

PROSES PEMBUATAN KEJU DARI SUSU

Bahan dan alat :

1 galon susu murni (bukan ultra-dipasteurisasi)

1 / 4 tablet Rennet

1 / 4 cup air dingin (klorin gratis)

2 t. asam sitrat

1-2 t. keju garam

Stock Pot (bukan aluminium)

Sendok stainless steel

Mangkuk microwave

Microwave

Thermometer

Cara pembuatan keju :

1. Crush 1 / 4 tablet Rennet dalam 1 / 4 cup air dingin dan sisihkan.

2. Tempatkan saham baja stainless panci di atas kompor dan tuangkan dalam galon susu. Hidupkan kompor ke api sedang.

3. Taburkan 2 sendok teh asam sitrat dalam susu dan aduk perlahan-lahan susu sampai suhu 88 derajat.

4. Setelah mencapai 88 derajat, tambahkan campuran Rennet dan air. Aduk perlahan dan kadang-kadang sampai mencapai 105 derajat. Matikan api. Anda harus melihat keju dan whey memisah.

5. Terbentuklah keju yang berbentuk padat.

  1. PEMBUATAN YOGHURT DARI SUSU

Yoghurt adalah produk yang diperoleh dari susu yang telah dipasteurisasi kemudian difermentasi dengan bakteri tertentu sampai diperoleh keasaman, bau dan rasa yang khas, dengan atau tanpa penambahan bahan lain yang diizinkan. Persyaratan yoghurt menurut SNI (1995) adalah dengan penampakan kental-semi padat, bau dan rasa yang normal serta memiliki kandungan lemak maks. 3,8%, BKTL min. 8,2, Protein min. 3,5, Abu min. 1,0 dan Jumlah asam laktat 0,5-2,0% (b/b). Yoghurt harus memiliki kandungan lemak susu minimal 3,0%, Bahan Kering Tanpa Lemak (BKTL) min. 8,2% (b/b), sedangkan yoghurt dengan sebagian skim harus memiliki kandungan lemak min. 0,5% (b/b) dan yoghurt yang dibuat dengan susu skim harus memiliki kandungan lemak maks. 0,5% (b/b) (Codex, 1975). Bakteri yoghurt, Lactobacillus delbrueckii subsp. bulgaricus dan Streptococcus thermophilus atau beberapa bakteri asam laktat lain seperti Leuconostoc messenteroides, Lactococcus lactis, Lactobacillus acidophilus, Bifidobacteria dan species lainnya secara alami terdapat dalam susu atau sengaja ditambahkan sebagai kultur starter sebanyak 2-5%. Suhu fermentasi optimum adalah 42-45°C selama 3-6 jam, hingga dicapai pH 4,4 dan kadar asam tertitrasi mencapai 0,9-1,2%.

PROSES PEMBUATAN YOGHURT DARI SUSU

Bahan:

- Susu sapi atau susu bubuk

- Bakteri starter lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus

- Flavour buatan (bila perlu)

- Gula atau sirup (bila perlu)

Alat:

- panci email

- kompor

- alat pengaduk

- inkubator (bila tersedia)

Cara pembuatan yoghurt :

Susu murni à Diencerkan dengan air hangat à Dipanaskan sampai mendidih à + susu skim bubuk à + gula 6-8% dari susu segar à Diaduk dengan rata à Didinginkan hingga mencapai 45 C à + bakteri starter yoghurt à Dimasukkan ke dalam botol à steril atau gelas plastik à inkubasi 12-14 jam pada susu ruang à YOGHURT

DAFTAR PUSTAKA

Astawan M. W. dan M. Astawan, 1989. Teknologi Pengolahan Pangan Hewani Tepat Guna. Akademi Presindo. Jakarta

Buckle, K.A., R. A. Edwards, G.H. Fleet and M. Woolton., 1987. Ilmu Pangan. Penerbit Universitas Indonesia. Jakarta

http://library.usu.ac.id/download/fp/ternak-eniza.pdf.

Jumat, 05 Maret 2010

Manajemen dan Penyakit pada Kambing&Domba


Scabies atau kudis adalah salah satu penyakit yang sering dijumpai pada kambing yang disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei yang menyebabkan dermatitis gatal yang parah. Scabies menyebar dengan mudah melalui kontak langsung, dan bahan-bahan yang ada di kandang seperti pagar, tempat pakan, dan bahan lain yang terkontaminasi bertindak sebagai carrier (Blood et al., 1986). Penyakit ini menimbulkan kerugian akibat penurunan berat badan (Manurung dkk., 1992), penurunan produksi daging, kualitas kulit dan gangguan kesehatan masyarakat (Iskandar, 2000) dan penurunan harga jual kambing sampai 1/3 harga normal (Manurung 1991). Bahkan Manurung dkk (1986) menyebutkan bahwa kambing scabies yang tidak diobati bisa mengalami kematian dalam tiga bulan. Selain kerugian ekonomis tersebut, penyakit ini juga sangat merugikan karena bersifat zoonosis yaitu penyakit ternak yang mampu menyerang manusia (Blood et al., 1986).
(sumber : Drh. Nurul H. )



Selasa, 24 November 2009

BETERNAK ITIK : BISNIS YANG MENJANJIKAN



orang awam akan cenderung meremehkan potensi dari bebek, betapa tidak bebek identik dengan air, lumpur, kotoran, dan bau. hal ini tentunya sudah menjadi pandangan umum yang melekat pada bebek. dengan berat yang sama harga bebek lebih mahal daripada jenis unggas yang lainnya, ini tentunya menjadi pertanyaan besar, kenapa demikian?. pertanyaan sederhana tersebut jawabannya juga sederhana, karena bebek punya potensi lebih dibandingkan jenis ternak yang lainnya. jawaban tersebut saya kuatkan dengan dasar sebagai berikut:
1. bebek merupakan jenis unggas yang paling tahan terhadap penyakit, jika dibandingkan dengan ayam ataupun unggas yang lainya maka bebek merupakan yang terkuat.
2. telur bebek dipasaran mempunyai harga lebih tinggi dibandingkan dengan telur ayam ataupun puyuh.
3. daging bebek mempunyai rasa lebih gurih dibandingkan dengan daging unggas lainya, sehinnga harga daging bebek lebih mahal jika dibandingkan dengan unggas lainnya
4. bebek tidak membutuhkan kandang khusus seperti pada ayam ataupun puyuh, cukup diberi tempat berteduh dari terpal ataupun plastik asalkan bisa terhindar dari hujan dan terik matahari, jadi biaya perkandangan bebek lebih murah dari jenis unggas lainnya.
5. pemberian pakan pada bebek lebih fleksibel dari pada jenis unggas lainnya, misalnya saja kalau memelihara ayam petelur jenis pakannya harus terukur dan pasti, tapi kalau memelihara bebek diberi pakan apa saja bisa asalkan jenis pakan tersebut tidaklah busuk, bisa mulai dari nasi sisa, dedak, roti kedaluwarsa, kepala ikan, keong mas, ampas tahu, ampas ketela, dsb jenis pakan lainnya.
lima alasan tersebut diatas kiranya bisa menjawab pertanyaan sederhana diatas. dengan luas lahan yang sama jika beternak bebek dibandingkan dengan bercocok tanam, misalnya jenis palawija maupun tanaman lainya maka luas tanah tadi lebih produktif jika di gunakan untuk beternak bebek, dan dengan modal yang sama jika dibandingkan dengan memelihara sapi maka beternak bebek lebih banyak memberikan keuntungan secara finansial.
sedikit uraian tersebut merupakan sekedar contoh sederhana tentang potensi beternak itik/ bebek.

Kamis, 09 Juli 2009

Mantri hewan Vs Dokter hewan

Mantri hewan dan dokter hewan adalah 2 jurusan yang ada d FKH UGM . mantri hewan statusnya D3 dan Pendidikan Dokter Hewan statusnya s1. Penerimaan kedua jurusan yg ada di FKH UGM ini dilaksanakan setiap tahun bebarengan dengan penerimaan Maba UGM.

Sedikit cerita dgn MABA mahasiswa FKH UGM tahun ini(2009). waktu pelaksanaan Ospek Kampus pada tgl 18 agustus 2009 ini, terasa banget tidak ada Senioritas dan Ospek Kanibalisme di FKH UGM tapi cendrung lebih Educated dan Informatif dmn MABA tidak lagi d bentak2 dan diberi tugas yg berat2 tapi mereka hanya di wajibkan memakai antribut "PAkaian ala ospek"... ya biasalah namanya juga ospek yg tentunya ada Atribut Tas, Topi dan Kalungan yg dibuat dari Karton dan tentunya MABA memakai baju Putih dan Celana Itam. sungguh Pemandangan yg menarik dan menghibur melihat mereka, terasa pingin lagi di Ospek dan merasakan Heforia Anak baru di kampus UGM ini...hehehe :)

Oya...nanti d lanjutkan!!