Rabu, 06 Maret 2013

Berbagai Minuman Penawar Racun

Air Putih
Dr Poonam Rathod, pakar kesehatan, mengatakan, konsumsi air putih secara teratur sesuai kebutuhan tubuh mampu membersihkan sistem pencernaan, serta menghilangkan racun dan sisa-sisa makanan yang menempel di usus. Ini membuat tubuh dan perut bersih dari limbah makanan.
Air Kelapa
Cairan ini bisa mendetoksifikasi tubuh secara alami. Selain membersihkan saluran pencernaan, minum air kelapa akan meningkatkan kekebalan tubuh dan bermanfaat menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan baik.
Jus Labu
Jus labu adalah obat alami yang sangat baik bagi mereka yang penderita masalah pencernaan dan keasaman. “Ini karena sifat basa-nya. Serat dalam sebotol jus labu juga menyembuhkan masalah pencernaan,” kata Dr Rathod.
Teh hijau adalah merupakan antioksidan alami yang mengandung polifenol, sehingga membantu meregulasi glukosa dalam darah. “Polyphenol menghambat pergerakan glukosa ke dalam sel-sel lemak, dan mencegah mereka memasuki aliran darah,” jelas Dr Rathod.
Jus Jeruk
Adalah sumber vitamin C, yang dikenal untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Jeruk kaya flavonoid, antioksidan, yang melindungi sistem kekebalan tubuh manusia dengan bertindak melawan kuman dan bakteri yang menyebabkan penyakit. Sebagai tips, minuman detoksifikasi ini akan lebih baik jika dikonsumsi sebelum sarapan.
susu bisa juga dijadikan penawar racun tubuh, karena bisa melarutkan racun, susu mempunyai sifat antidotum atau penawar racun apabila seseorang keracunan logam berat
tanaman tradisional ini juga bisa sebagai penawar racun bekas gigitan ular, karena jahe mengandung senyawa seskuiterpen, zingiberen, bisabolena, zingeron, oleoresin, kamfena, Vitamin A, B, dan C.

Kisah Nyata: Ketika Sri Sultan HB IX terkena tilang di Pekalongan

Kota batik Pekalongan di pertengahan tahun 1960an menyambut fajar dengan kabut tipis , pukul setengah enam pagi polisi muda Royadin yang belum genap seminggu mendapatkan kenaikan pangkat dari agen polisi kepala menjadi brigadir polisi sudah berdiri di tepi posnya di kawasan Soko dengan gagahnya. Kudapan nasi megono khas pekalongan pagi itu menyegarkan tubuhnya yang gagah berbalut seragam polisi dengan pangkat brigadir.
Becak dan delman amat dominan masa itu , persimpangan Soko mulai riuh dengan bunyi kalung kuda yang terangguk angguk mengikuti ayunan cemeti sang kusir. Dari arah selatan dan membelok ke barat sebuah sedan hitam ber plat AB melaju dari arah yang berlawanan dengan arus becak dan delman . Brigadir Royadin memandang dari kejauhan ,sementara sedan hitam itu melaju perlahan menuju kearahnya. Dengan sigap ia menyeberang jalan ditepi posnya, ayunan tangan kedepan dengan posisi membentuk sudut Sembilan puluh derajat menghentikan laju sedan hitam itu. Sebuah sedan tahun lima puluhan yang amat jarang berlalu di jalanan pekalongan berhenti dihadapannya.
Saat mobil menepi , brigadir Royadin menghampiri sisi kanan pengemudi dan memberi hormat.
“Selamat pagi!” Brigadir Royadin memberi hormat dengan sikap sempurna . “Boleh ditunjukan rebuwes!” Ia meminta surat surat mobil berikut surat ijin mengemudi kepada lelaki di balik kaca , jaman itu surat mobil masih diistilahkan rebuwes.
Perlahan , pria berusia sekitar setengah abad menurunkan kaca samping secara penuh.
“Ada apa pak polisi ?” Tanya pria itu. Brigadir Royadin tersentak kaget , ia mengenali siapa pria itu . “Ya Allah…sinuwun!” kejutnya dalam hati . Gugup bukan main namun itu hanya berlangsung sedetik , naluri polisinya tetap menopang tubuh gagahnya dalam sikap sempurna.
“Bapak melangar verbodden , tidak boleh lewat sini, ini satu arah !” Ia memandangi pria itu yang tak lain adalah Sultan Jogja, Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Dirinya tak habis pikir , orang sebesar sultan HB IX mengendarai sendiri mobilnya dari jogja ke pekalongan yang jauhnya cukup lumayan., entah tujuannya kemana.
Setelah melihat rebuwes , Brigadir Royadin mempersilahkan Sri Sultan untuk mengecek tanda larangan verboden di ujung jalan , namun sultan menolak.
“ Ya ..saya salah , kamu benar , saya pasti salah !” Sinuwun turun dari sedannya dan menghampiri Brigadir Royadin yang tetap menggengam rebuwes tanpa tahu harus berbuat apa.
“ Jadi…?” Sinuwun bertanya , pertanyaan yang singkat namun sulit bagi brigadir Royadin menjawabnya .
“Em..emm ..bapak saya tilang , mohon maaf!” Brigadir Royadin heran , sinuwun tak kunjung menggunakan kekuasaannya untuk paling tidak bernegosiasi dengannya, jangankan begitu , mengenalkan dirinya sebagai pejabat Negara dan Rajapun beliau tidak melakukannya.
“Baik..brigadir , kamu buatkan surat itu , nanti saya ikuti aturannya, saya harus segera ke Tegal !” Sinuwun meminta brigadir Royadin untuk segera membuatkan surat tilang. Dengan tangan bergetar ia membuatkan surat tilang, ingin rasanya tidak memberikan surat itu tapi tidak tahu kenapa ia sebagai polisi tidak boleh memandang beda pelanggar kesalahan yang terjadi di depan hidungnya. Yang paling membuatnya sedikit tenang adalah tidak sepatah katapun yang keluar dari mulut sinuwun menyebutkan bahwa dia berhak mendapatkan dispensasi. “Sungguh orang yang besar…!” begitu gumamnya.
Surat tilang berpindah tangan , rebuwes saat itu dalam genggamannya dan ia menghormat pada sinuwun sebelum sinuwun kembali memacu Sedan hitamnya menuju ke arah barat, Tegal.
Beberapa menit sinuwun melintas di depan stasiun pekalongan, brigadir royadin menyadari kebodohannya, kekakuannya dan segala macam pikiran berkecamuk. Ingin ia memacu sepeda ontelnya mengejar Sedan hitam itu tapi manalah mungkin. Nasi sudah menjadi bubur dan ketetapan hatinya untuk tetap menegakkan peraturan pada siapapun berhasil menghibur dirinya.
Saat aplusan di sore hari dan kembali ke markas , Ia menyerahkan rebuwes kepada petugas jaga untuk diproses hukum lebih lanjut.,Ialu kembali kerumah dengan sepeda abu abu tuanya.
Saat apel pagi esok harinya , suara amarah meledak di markas polisi pekalongan , nama Royadin diteriakkan berkali kali dari ruang komisaris. Beberapa polisi tergopoh gopoh menghampirinya dan memintanya menghadap komisaris polisi selaku kepala kantor.
“Royadin , apa yang kamu lakukan ..sa’enake dewe ..ora mikir ..iki sing mbok tangkep sopo heh..ngawur..ngawur!” Komisaris mengumpat dalam bahasa jawa , ditangannya rebuwes milik sinuwun pindah dari telapak kanan kekiri bolak balik.
“ Sekarang aku mau Tanya , kenapa kamu tidak lepas saja sinuwun..biarkan lewat, wong kamu tahu siapa dia , ngerti nggak kowe sopo sinuwun?” Komisaris tak menurunkan nada bicaranya.
“ Siap pak , beliau tidak bilang beliau itu siapa , beliau ngaku salah ..dan memang salah!” brigadir Royadin menjawab tegas.
“Ya tapi kan kamu mestinya ngerti siapa dia ..ojo kaku kaku , kok malah mbok tilang..ngawur ..jan ngawur….Ini bisa panjang , bisa sampai Menteri !” Derai komisaris. Saat itu kepala polisi dijabat oleh Menteri Kepolisian Negara.
Brigadir Royadin pasrah , apapun yang dia lakukan dasarnya adalah posisinya sebagai polisi , yang disumpah untuk menegakkan peraturan pada siapa saja ..memang Koppeg(keras kepala) kedengarannya.
Kepala polisi pekalongan berusaha mencari tahu dimana gerangan sinuwun , masih di Tegalkah atau tempat lain? Tujuannya cuma satu , mengembalikan rebuwes. Namun tidak seperti saat ini yang demikian mudahnya bertukar kabar , keberadaa sinuwun tak kunjung diketahui hingga beberapa hari. Pada akhirnya kepala polisi pekalongan mengutus beberapa petugas ke Jogja untuk mengembalikan rebuwes tanpa mengikut sertakan Brigadir Royadin.
Usai mendapat marah , Brigadir Royadin bertugas seperti biasa , satu minggu setelah kejadian penilangan, banyak teman temannya yang mentertawakan bahkan ada isu yang ia dengar dirinya akan dimutasi ke pinggiran kota pekalongan selatan.
Suatu sore , saat belum habis jam dinas , seorang kurir datang menghampirinya di persimpangan soko yang memintanya untuk segera kembali ke kantor. Sesampai di kantor beberapa polisi menggiringnya keruang komisaris yang saat itu tengah menggengam selembar surat.
“Royadin….minggu depan kamu diminta pindah !” lemas tubuh Royadin , ia membayangkan harus menempuh jalan menanjak dipinggir kota pekalongan setiap hari , karena mutasi ini, karena ketegasan sikapnya dipersimpangan soko .
“ Siap pak !” Royadin menjawab datar.
“Bersama keluargamu semua, dibawa!” pernyataan komisaris mengejutkan , untuk apa bawa keluarga ketepi pekalongan selatan , ini hanya merepotkan diri saja.
“Saya sanggup setiap hari pakai sepeda pak komandan, semua keluarga biar tetap di rumah sekarang !” Brigadir Royadin menawar.
“Ngawur…Kamu sanggup bersepeda pekalongan – Jogja ? pindahmu itu ke jogja bukan disini, sinuwun yang minta kamu pindah tugas kesana , pangkatmu mau dinaikkan satu tingkat.!” Cetus pak komisaris , disodorkan surat yang ada digengamannya kepada brigadir Royadin.
Surat itu berisi permintaan bertuliskan tangan yang intinya : “ Mohon dipindahkan brigadir Royadin ke Jogja , sebagai polisi yang tegas saya selaku pemimpin Jogjakarta akan menempatkannya di wilayah Jogjakarta bersama keluarganya dengan meminta kepolisian untuk menaikkan pangkatnya satu tingkat.” Ditanda tangani sri sultan hamengkubuwono IX.
Tangan brigadir Royadin bergetar , namun ia segera menemukan jawabannya. Ia tak sangup menolak permntaan orang besar seperti sultan HB IX namun dia juga harus mempertimbangkan seluruh hidupnya di kota pekalongan .Ia cinta pekalongan dan tak ingin meninggalkan kota ini .
“ Mohon bapak sampaikan ke sinuwun , saya berterima kasih, saya tidak bisa pindah dari pekalongan , ini tanah kelahiran saya , rumah saya . Sampaikan hormat saya pada beliau ,dan sampaikan permintaan maaf saya pada beliau atas kelancangan saya !” Brigadir Royadin bergetar , ia tak memahami betapa luasnya hati sinuwun Sultan HB IX , Amarah hanya diperolehnya dari sang komisaris namun penghargaan tinggi justru datang dari orang yang menjadi korban ketegasannya.
July 2010 , saat saya mendengar kepergian purnawirawan polisi Royadin kepada sang khalik dari keluarga dipekalongan , saya tak memilki waktu cukup untuk menghantar kepergiannya . Suaranya yang lirih saat mendekati akhir hayat masih saja mengiangkan cerita kebanggaannya ini pada semua sanak family yang berkumpul. Ia pergi meninggalkan kesederhanaan perilaku dan prinsip kepada keturunannya , sekaligus kepada saya selaku keponakannya. Idealismenya di kepolisian Pekalongan tetap ia jaga sampai akhir masa baktinya , pangkatnya tak banyak bergeser terbelenggu idealisme yang selalu dipegangnya erat erat yaitu ketegasan dan kejujuran .
Hormat amat sangat kepadamu Pak Royadin, Sang Polisi sejati . Dan juga kepada pahlawan bangsa Sultan Hamengkubuwono IX yang keluasan hatinya melebihi wilayah negeri ini dari sabang sampai merauke.
Depok June 25′ 2011
Aryadi Noersaid
Update terakhir tentang penulis artikel: Bp Aryadi Noersaid saat ini tinggal di Depok, Saya sempat konfirmasi via SMS kepada penulis untuk memastikan dan meminta comment atau pernyataan dari beliau.
Setelah menunggu beberapa waktu saya mendapat respon dari Bp Aryadi Noersaid. Saya copy dari comment beliau. dan terima kasih pak respon kilatnya:
Aryadi Noersaid (aryadi17@yahoo.com)


Dari berita dari tribun joga yang juga mencari langsung ke narasumber resmi setelah kisah Sri Sultan Terkena Tilang dipekalongan. Ternyata Ngarsa Dalem ditilang di Semarang. Narasumber adalah Putera putri dari Bp Royadin. Berikut beritanya. baca selengkapnya di: http://jogjakini.wordpress.com/2012/04/12/sedikit-revisi-lokasi-kejadian-ketika-sri-sultan-hb-ix-terkena-tilang/

Rabu, 27 Februari 2013

Kondisi MIM 19 Gunungsari Kec.baureno kab.Bojonegoro

      Gambar dibawah ini adalah sebagaian dari keadaan MI Muhammadiyah 19 Gunungsari kecamatan Baureno Kabupaten Bojonegoro. Dalam gambar memang terlihat sekilas bangunanya sangat megah tetapi jika kita melihat secara langsung masih memprihatinkan. Jika saya bisa menggambarkan seorang manusia, sekolah saya ini seperti orang yang sangat sehat dan gemuk jka dilihat secara sekilas tapi jika diperiksa kesehatannya di rumah sakit maka baru terlihat penyakitnya seperti penyakit jantung, kanker, stroke dll, tinggal menunggu waktu untuk jatuhnya. Begitulah keadaannya dari segi pandang saya, besar harapan saya agar sekolah saya tumbuh menjadi sekolah yang berkembang dan bisa menjawab tantangan didunia pendidikan di Bojonegoro bahkan ditingkat Jawa Timur dan juga secara Nasional.








Senin, 18 Februari 2013

Awas! Bengawan Solo Belum Aman


Reporter: Joel Joko

blokBojonegoro.com - Permukaan Sungai Bengawan Solo di Kabupaten Bojonegoro surut dengan cepat. Hari ini diperkirakan siaga banjir akan berlalu. Namun, kondisi ini tidak akan lama. Sebab luapan sungai terpanjang di Pulau Jawa ini masih mengancam Daerah Aliran Sungai (das) alias belum aman dari banjir.


Hal itu dikatakan Bupati Bojonegoro, Suyoto menanggapi kondisi Bengawan Solo kekinian yang cukup jadi ancaman bagi warga sepanjang aliran sungai. Bupati menyebutkan, fluktuasi permukaan air bakal terjadi hingga bulan Maret.

"Dimungkinkan hujan lokal dan air kiriman akan datang lagi sampai akhir Maret. Maka kita terus bersiaga sambil terus berbenah," ungkap Bupati.

Diakui Bengawan Solo belum aman dari siaga banjir. Meski demikian dua hari ini debit air bisa segera melaju deras ke muara laut di sudetan plangwot. Didukung cuaca terang tidak menyumbangkan volume air mulai hulu sampai hilir.

Surutnya permukaan Bengawan Solo disambut lega warga yang rumahnya sempat tergenang. Seperti warga di Kelurahan Ledok Wetan sudah meninggalkan pengungsian dan kembali ke rumah untuk bersih-bersih. Meski demikian masalah lain harus di waspadai, yaitu berkembangnya nyamuk di lokasi bekas genangan.

"Warga harus memastikan tidak ada genangan yang bisa menjadi sarang nyamuk berkembang," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro, Haryono.

Pemandangan lumpur dan genangan menjadi pekerjaan rumah bagi warga yang rumahnya tergenang banjir. Sehingga masalah satu selesai, tidak muncul masalah lain.[oel/yud]

Senin, 11 Februari 2013

JUAL BELI IKAN DALAM AIR DAN JUAL BELI BUAH-BUAHAN YANG MASIH ADA DI POHON


Pertanyaan Dari:
Bapak Refinal di Sei Jernih Palu, Pasaman, Sumatera Barat
Tanya:
1. Bagaimana hukum jual beli ikan dalam air?
2. Bagaimana hukumnya menjual buahbuahan yang masih di batang?
Jawab :

1. Di antara syarat obyek akad ialah obyek itu bisa diserah terimakan dan obyek serta harga diketahui secara jelas. Maksud dari obyek bisa diserah terimakan, yaitu dalam arti secara hukum dan fisik inderawi. Jualbeli obyek yang tidak bisa diserah terimakan secara fisik inderawi, maka jual beli itu tidak sah, seperti menjual ikan di dalam air. Karena jual beli itu mengandung garar, yakni terdapat unsur penipuan yang akan mengundang ketidak relaan pembeli, sehingga termasuk kategori memakan harta orang lain secara batil (tidak sah). Dalam kaitan ini Rasulullah saw bersabda:
لَا تَشْتَرُوا السَّمَكَ فِي الْمَاءِ فَإِنَّهُ غَرَرٌ [ رواه أحمد عن ابن مسعود ]
Artinya: “Janganlah engkau membeli ikan di dalam air, karena sesungguhnya yang demikian itu mengandung garar.” [Hadits Riwayat Ahmad dari Mas’ud]

2. Di antara Hadits Rasulullah saw yang membicarakan masalah jualbeli buah-buahan adalah:
عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَال : نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَي هِ وَس لَّمَ
عَنْ بَيْعِ الثِّمَارِ حَتَّى يَبْدُوَ صَلاَحُهَا ٬ نَه ى الْب ائِعَ الْمُبْت اعَ [رواه البخ اري
ومسلم ]
Artinya: “Dari Ibnu Umar, ia berkata: Rasulullah saw melarang jualbeli buahbuahan, sehingga nampak jelas baiknya larangan itu bagi penjual maupun pembeli.” [Hadits Riwayat alBukhari dan Muslim]
Dari hadits di atas, bahwa pengertian “baik” artinya telah masak dan enak dimakan serta tidak diragukan lagi telah menjadi buah yang dapat dimanfaatkan. Berbeda dengan buah-buahan yang masih muda, yang belum tentu dapat menjadi buah yang masak dan dapat dimanfaatkan. Jika diperjual belikan akan membawa kerugian bagi penjual, karena harganya rendah. Oleh karena itu, jua beli buahbuahan yang sudah jelas masak, sekalipun masih ada di pohon, dapat dikategorikan jual beli
buah yang sudah jelas kualitasnya. Dengan kata lain, kebolehan jual beli buah-buahan yang masih ada di pohon, dengan syarat sudah jelas masak, selain tidak bertentangan dengan makna hadits di atas. Juga dapat didasarkan kepada adat kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat yang membawa kelancaran mu’amalah. sumber

Posko Muhammadiyah di Maumere Laporkan Warga Rokatenda Kesulitan Air Bersih


Maumere – Posko Muhammadiyah di Maumere melaporkan pada hari minggu (10/02/2013) bahwa Air menjadi kebutuhan utama untuk warga yang saat ini masih tinggal di Pulau Palue tidak adanya sumber air bersih dan bak penampungan air hujan rusak atau terisi abu akibat erupsi Gunung Rokatenda berturut-turut 12 dan 16 Desember 2012, serta 2 Februari 2013 yang lalu.

Indrayanto, tim asistensi Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) yang berada di Posko Muhammadiyah di Maumere menambahkan bahwa penduduk pulau gunung api yang diameternya tidak kurang dari delapan kilometer tersebut bila cuaca laut tidak mendukung pelayaran, otomatis terisolir dari bantuan. “Satu satunya sumber air sudah tertutup tidak bisa digunakan lagi, bak bak penampungan air hujan banyak yang pecah dan terisi abu vulkanik sehingga tidak bisa menampung air,” terang Indrayanto .

Saat ini ada sekita 8000 jiwa yang memilih bertahan di pulau Palue. Sarana kesehatan yang ada tidak memadai, karena puskesmas sudah tidak efektif beroperasi, kegiatan belajar mengajar disekolah belum berjalan maksimal  dan mata pencaharian dari bercocok tanam sudah tidak bisa lagi dilakukan.Hal tersebut menurut Indrayanto diperparah dengan kegiatan melaut para nelayan yang masih belum berjalan sama sekali.

Tidak berfungsinya puskesmas di ibu kota kecamatan Awa yang rusak diterjang banjir lahar dingin dan petugas kesehatan yang masih mengungsi di maumere belum kembali. “Demikian juga sebagian guru masih mengungsi ke Maumere, sehingga kegiatan belajar mengajar di Pulau Palue tidak berjalan dengan baik,” ucapIndrayanto.

Bantuan Muhammadiyah

Posko Muhammadiyah di Maumere , Sabtu (9/2) melakukan pengadaan 370 paket sembako yanng terdiri dari beras, ikan teri, minyak goreng, gula teh kopi, sabun, sikat pasta gigi, shampo, dan juga  60 paket peralatan sekolah dan mengumpulkan seragam sekolah. Paket tersebut berasal dari dana masyarkat yang dihimpun oleh LAZISMU dalam program Dana Siaga Bencana yang digalang sepanjang tahun bersama MDMC.

Sementara, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sikka juga melegkapi bantuan itu dengan menggerakkan penggalangan dana warga Muhammadiyah untuk membuat paket air bersih dengan jerigen 5 liter sejumlah 200 jerigen isi air siap minum. Distribusi direncanakan segera dilakukan menggunakan kapal TNI AL. “Kami menunggu cuaca mendukung pelayaran ke Pulau Palue, semoga sebelum rabu (13/2) bisa berlayar ke sana” terang Indrayanto.

Selain itu, Posko Muhammadiyah dengan DANA SIAGA BENCANA yang dihimpun LAZISMU, serta dilengkapi dengan dana yang dihimpun warga Muhammadiyah di Mumere, hari ini,  Ahad (10/2) akan mendistribusikan 70 paket sembako kewilayah Waturia, sebuah wilayah penampungan warga Pulau Palue yang mengungsi di Maumere dan sekitarnya.

Tercatat  1578 jiwa warga Palue yang mengungsi di Maumere dan sekitarnya, diiantaranya ada 93 balita, 6 ibu hamil dan  38 orang lansia. “Tersebar di Kecamatan Magepanda, Alok, Alok Barat, Alok Timur dan Kangae” terang  Abdul Khaliq Ar Rasyid, Koordinator Posko. Pemerintah Kabupaten Sikka mengeluarkan kebijakan tanggap darurat selama 7 hari terhitung dari tanggal 2 – 9 februari 2013 dan dimungkinkan akan diperpanjang lagi 7 hari kedepan.Pada tanggal 3 februari 2013 BPBD telah berusaha mengevakuasi seluruh warga yang berada di pulau Palue namun warga sebagian besar menolak memilih tinggal di uwa, wilayah yang terlindungi dari letusan gunung rokatenda. Di Maumere BPBD juga membangun empat tempat penampungan pengungsi, yaitu di stadion Gelora Samador, Dinsos, Sos Waturia, dan Madawat, namun tempat tersebut tidak pernah ditempati pengungsi.



MDMC bersama  LAZISMU terus melakukan penghimpun bantuan melalui rekening:
Bank Mandiri 123.009.900.8999 a.n. Lazis Muhammadiyah Kemanusiaan , Bank BCA  878.0. 171.171 a.n. Lazis Muhammadiyah Kemanusiaan .

Posko Muhammadiyah di Maumere :  081338051600 (Rosyid)
Tim Asistensi dari MDMC : 081228324625 (Indrayanto)
Konfirmasi Donasi : 021-3150400 (LAZISMU)

Rabu, 06 Februari 2013

Modus Penipuan Pura pura Membeli Rumah


http://rumahjogja99.com/wp-content/uploads/2011/12/membeli-rumah.jpg
www.kompasiana.com/rockyqautsar

Ini kejadian yang saya alami sendiri. Saya memang menjual rumah saya di bekasi, saya upload melalui situs toko**gus.com. Tak sampai 2 hari ada yang sms saya dari 083896650947 dengan isi;
Maaf, sy ibu sulastri yg kemarin liat RUMAH nya, mrasa cocok dan berminat, jd umtk masalah harga silahkan hubungi suami sya. H.RIDWAN di no 081219164757. Trims.

Setelah saya hubungi nomor yang tertera, dia mengaku bernama Haji Ridwan. mengaku sudah melihat rumah saya dan merasa cocok, hari itu juga dia menawarkan dengan bahasa yang halus, (logat bukan jawa), untuk tanda jadi sebesar Rp 10juta. Malam itu juga dia mau transfer ke rekening niaga saya melalui MANDIRI dia ke NIAGA saya.
Singkat cerita, dia menelpon beberapa kali, karena saya dalam perjalanan ke rumah (1,5 jam), saya abaikan telpon nya. Sesampai di rumah, dia telpon lagi, dan minta saya untuk cek ke ATM, apakah uangnya sudah diterima, alasannya karena dananya besar. Sampai sini saya masih belum curiga, saya beranggapan, namanya ornag udah transfer pasti dia berkepentingan untuk memastikan keamanan uangnya. Sudah sampai atau belum.
Saya jawab, saya akan cek ke CIMB CLICKS, karena saya punya akun online dari CIMB NIAGA, jadi transferan atau aktivitas apapun pasti terlihat. Saya cek, tidak ada perubahan dana. Dia telpon lagi dan menanyakan hal itu, lalu dia menanyakan lagi uang saya sebelumnya berapa dan sekarnag ada berapa.
Disinlah saya merasa tidak enak, ngapain coba dia menanyakan rekening saya, akhirnya tidak saya jawab, saya bilang saja yang jelas tidak ada perubahan saldo di rekening. Lalu dia ngotot untuk memaksa saya ke ATM, untuk cek langsung. Oke, saya turuti, karena ATM Niaga memang tidak terlalu jauh, setelah sampai, saya cek, memang tidak ada dana masuk sama sekali. Saya tidak membawa handphone, karena malas nih orang bawel sekali, pikir saya.
Sampai di rumah, istri saya bilang bahwa orang tadi menelpon lagi dan dengan nada kurang simpatik, menanyakan kemana saya, berapa lama balik, trus kok tidak bawa handphone, trus apa ada handphone yang lain.
Inti nya istri saya agak tersinggung atas nada suaranya yang tinggi.
Disini kecurigaan saya menguat, tapi saya masih tidak yakin ini penipuan.
Kemudian saya cek lagi cimb clicks, memang tidak ada. Dan dia (H Ridwan) nelpon lagi, dia bilang dia akan mengadu ke Mandiri Call, sementara dia menelpon, saya diminta untuk ke ATM Mandiri (bukan NIAGA) saja, agar dipandu untuk cek saldo dan transfer.
Oke, saya ke ATM lagi, tapi kali ini ke ATM MANDIRI, sesuai permintaan si penipu ini. kemudian dia telpon lagi, dia bilang akan melakukan conference call (trimitra / telpon bertiga) ke Mandiri untuk pengaduan, kenapa dana 10 juta nya tidak bisa saya terima.
Saya dengar pembicaraan dia dengan “MANDIRI CALL” (saya beri tanda kutip).
‘halo mandiri call, saya yang tadi, ini pak rocky mau bicara’
NAAAHHH kecurigaan saya makin menguat, kalau anda pernah menelpon mandiri call, anda akan sangat kecil kemungkinan untuk mendapatkan operator yang sama setelah menelpon untuk kali kedua atau ke tiga, karena itu adalah layannan hunting, operatornya bisa 100-200 orang per hari.
Mana bisa dia mendapatkan orang yang sama, harusnya dia memberi penjelasan ulang ke operatornya.
Setelah itu orang mandiri call nya ngomong ke saya, dia menyuruh saya untuk cek saldo ATM NIAGA saya di ATM MANDIRI (bukan NIAGA), dan menyuruh saya mengucapkan saldo tersisa, tentu saja tidak saya turuti, lalu dia mengaku sistemnya mandiri memang sedang ada masalah, jadi saya diminta untuk pull (tarik) dana, melalui transaksi lain, lalu ada pilihan transfer dana, kepada rekening, dan jumlah, untuk jumlah, dia minta ketika angka 09837632, atau berapa saya lupa, perhatikan angka 0 yang diminta, saat kita mengetik angka 0 di menu jumlah yang ditransfer, maka angka 0 akan hilang, jadi akan tertampil  9837632, artinya adalah uang sembilan juta lebih!!
Dan bila anda pencet OK, maka TIDAK ada konfirmasi / layar yang bertuliskan bahwa ‘dana akan ditransfer sejumlah sekian ke rekening atas nama bla bla’, berbeda dengan bila kita cek di ATM Mandiri pakai kartu ATM Mandiri, pasti ada konfirmasi itu sebelum dana dikirim.
UNTUK ATM BERSAMA TIDAK ADA KONFIRMASI ITU SEBELUM DANA DIKIRIM!!!! HATI2!!!
Inilah yang dimanfaatkan penipu itu.
Untungnya, alhamdulillah di detik terakhir saya sadar bahwa ini semua adalah penipuan, saya juga terperanjat dan sampai keluar keringat dingin, saya tidak pencet tombol OK. Saya matikan telpon saya.
Dana saya aman, tapi kurang dari satu langkah saja, saya akan kehilangan uang 10 juta rupiah… inna lilahi wa innailihi rajiunn….
Si penipu telpon lagi dan akhirnya saya maki2 habis2an, tapi telpon nya langsung ditutup.
….ya ampuuuunnn…. gumam saya…. sampai kasir di indomaret (gabung ama atm) nanya ke saya ada apa kok saya maki2…, saya ceritakan dan dia bilang pernah ada yang persis kaya saya, sampai nangis di depan indomaret… dia kehilangan 10 juta kurang, persis sekali dengan yang hampir saya alami… astaghfirullah…
Buat anda semua yang baca, hati hati akan hal ini yah, jangan sampai terjadi pada anda atau keluarga anda atau teman2 anda karena modus ini sudah marak…
Si penipu ini niat sekali nipunya, dia membuat ‘MANDIRI CALL” palsu beserta operatornya yang juga penipu, sampai ada rekaman lagu mandiri call juga persis, dan ada ‘automatic tone’, yang kita disuruh pencet satu untuk indonesia/ inggris dll, baru tersambung ke operatornya, MIRIP!
Oiya silahkan sebar email ini, bukan hoax dijamin, dan nomor penipunya sekalian disebarkan, dan hati hati juga memasang iklan di situs www.toko**gus.com yang saya sebutkan tadi, cukup banyak mahluk biadab yang login yang siap sedia menipu ratusan mungkin ribuan yang posting disana.
Semoga para penipu itu bertaubat, dan bapak polisi mengambil tindakan yang sesuai kaidah hukum di indonesia… amin…
Akhirulkata, wassalamualaikum…

 Sumber :http://regional.kompasiana.com/2011/12/21/modus-penipuan-pura-pura-membeli-rumah/